Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2024

Perbincangan dengan ayah

Gambar
Rasanya ingin sekali setiap perbincangan dengan ayah semuanya direkam. Karena menurut aku apapun yang dikatakan ayah selalu memberikan pelajaran hidup bagiku. Ayah : " Ada orang yang rajin kemesjid tapi sosialisasi dengan masyarakat kurang baik. Kemudian ada orang yang kemesjidnya kurang rajin tapi sosialisasi kemasyarakatnya bagus, jadi manakah yang lebih baik ?!" Aku : "Sosialisasi bagus walaupun kemesjid tidak sering." Ayah : "Keduanya baik." Aku : "Loh kok bisa ?" Ayah : "Semoga dengan sering kemesjid, sosialisasinya menjadi bagus dan semoga dengan seringnya bersosialisasi kemesjidnya jadi rajin. Yang butuk itu diri kita, tidak sepatutnya kita hanya menilai seseorang dari buruknya saja."

Ajal dan keluarga

Gambar
Hari ini entah kenapa tiba-tiba ayah mendekatiku dan mengelus kepalaku, ketika kutanyakan kenapa, ayah bilang tidak apa-apa. Namun aku melihat mata ayah berkaca-kaca, jujur hingga saat aku menuliskan ini air mataku terus mengalir entah kenapa aku merasa sangat sedih namun aku tak tahu kenapa. (Lanjutan tulisan ini setelah beberapa bulan) Setelah beberapa kejadian yang terjadi disekitarku aku mulai sadar apa penyebab pada hari itu aku menangis.Aku takut kehilangan orang tuaku, itulah alasanku menangis pada saat itu.  Telah banyak orang-orang disekelilingku yang menjumpai ajalnya, bukan hanya orang-orang yang kukenal bahkan ada beberapa yang menjadi orang terdekatku. Hingga aku berfikir, keluargaku masih lengkap, tidak kehilangan seorangpun. Bagaimana perasaan kami nanti kalau kami ditinggal oleh orang-orang terdekat kami. Apakah aku akan menangis meronta-ronta atau aku akan menangis namun tetap tenang. Tak ada yang tau bagaimana ekspresi kita pada saat ditinggal orang-or...

Aku Sakit Tapi Tidak Berdarah

Gambar
Damai... Itu yang mereka harapkan Ketenangan... Itu yang mereka angankan Semua itu hanya harapan dan angan-angan belaka, kita menutup mata atas apa yang terjadi pada mereka. Darah... Itu biasa terlihat setiap harinya Tangis... Apalagi, menjadi rutinitas yang tak terhalangi Kepedihan mereka menjadi rahasia umum bagi semua Mata, melihat kerusuhan Hati, merasakan kepedihan Otak, memikirkan penyelesaian Tapi.... Tetap saja hanya bisa berandai-andai Andai aku... Andai dia... Andai mereka... Andai kami... Maafkan diri, memantau tapi tak terbantu Maafkan diri, berkehendak tapi kurang bertindak Maafkan diri, menangis tapi usaha masih dirintis Palestina... Lukamu kurasakan, Karena kusakit tapi tak berdarah

TERIMA KASIH DAN MAAF

Gambar
Abang... Makasih yah, udah mau bertahan sama aku sampai sekarang.  Bertahan dengan tampilanku yang tidak semenarik perempuan lainnya. Bertahan dengan fisikku yang tidak secantik wanita lainnya. Bertahan dengan kondisiku terkhusus tentang keluargaku yang tak sebaik kelihatannya. Terima kasih sudah mau bertahan sampai detik ini. Abang... Makasih yah, udah mau bersabar dengan sifatku yang terkadang tak menentu. Bersabar dengan ocehanku yang terkadang aku tanpa berfikir mengatakannya sampai melukai hatimu. Bersabar dengan tingkahku yang terkadang mengecewakanmu. Terima kasih sudah mau bersabar sampai detik ini. Abang... Makasih yah, udah mau menerimaku. Menerima semua kekuranganku. Terima kasih sudah mau menerimaku sampai detik ini. Abang... Maaf atas ketidak sabaranku. Maaf terkadang aku tak bertahan dan terlalu cepat menyerah. Maaf terkadang aku tak menerima dan tak bersyukur atas dirimu. Maafkan atas kesalahanku yang kulakukan sampai detik ini. Tapi jauh dalam lubuk hati, Aku menyay...